…, sebuah memori lama.

A Woman’s Point of View || Drabble || Romance, Sad || Another version, here.

Melihat keluar satu jendela itu—yang sekarang tengah kebasahan akibat hujan—mengingatkanku akan satu hal; tentang lelaki berambut coklat dan satu buket bunga lily merah muda. Dulu ia seorang lelaki muda berumur 24 tahun—kekasihku, boleh dibilang—melempari jendela dengan kerikil kecil agar aku menoleh, berdiri di luar sana, dan membawa bunga sebagai salah satu hadiah di hari ulang tahunku.

Sebuah keadaan yang cukup membentuk bibirku menjadi kurva; sebuah memori lama.

Lima tahun sudah berlalu. Pada masa ini, bunga mawar putih yang merekah cantik di genggaman tangannya akan segera berpindah ke tangan lembut istrinya, lantas diikuti oleh seraut wajah malu penuh kebahagian.

Dan aku tak bisa berbuat apa pun selain tersenyum mengamati tingkah mereka.

Advertisements

7 thoughts on “That Window

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s