An Ex-Girlfriend

Sumpah, Kris kangen dengan kegiatan menggombali Ally!

Kris & Allyson.

– An Ex-Girlfriend –

Sore itu bisa jadi sore penuh rutinitas makan kue juga minum kopi bagi Kris. Kalian pasti mengharapkan kata tapi, hanya saja, atau kawanannya, ya kan? Jadwal kegiatan si lelaki tidak banyak berubah sih, hanya bertambah; menyapa mantan kekasih yang duduk di meja tengah ruangan tanpa diundang.

Wanita dengan mata segelap biji kopi itu sedang memainkan ponsel ketika nampan berisi secangkir arabika dan satu buah roti mendarat di mejanya bersama sapaan, “Oh, Ally? Sudah lama tidak bertemu.”

Ia mengangkat dagu untuk mendapati wajah berhiaskan senyum lebar—kelewat lebar. “Hi, K—Kris, aku tidak menyangka akan bertemu dengamu di sini.”

Siapa juga yang berprasangka akan bertemu si wanita? Kris mana sempat berharap tentang wanita berambut sewarna jelaga yang menginjakan kaki di bakery dekat kantornya. Mantannya itu pindah ke luar kota semenjak delapan bulan yang lalu—dan sekarang Kris sudah terlanjur rindu untuk mengontrol binar-binar bahagia di matanya.

“Kris, kamu tahu—”

“Kalau kamu cantik?” balasnya disela-sela acara mengeluarkan roti dari plastik. Sumpah dia kangen untuk menggombali Ally!

“Allyson Royer masih tetap menawan kendati sudah delapan bulan kita tidak bertatap muka secara langsung.”

Ya, mereka pernah sekali dua kali melakukan video call atau berbincang lewat telpon selepas kepindahan Ally ke Gwangju. Akan tetapi, kalau dilihat langsung, Ally terlalu cantik untuk jadi nyata.

“Tidak, Kris, aku…” dan setiap kata yang ingin lidah itu getarkan tersangkut di tenggorokan.

“Apa?” Si lelaki menaikkan alisnya, “Kamu merindukanku?”

Mata Ally melebar mendapat serangan tadi. “Tidak, bukan, ugh.”

Kris hanya bisa tertawa melihat si wanita yang belum juga kehilangan sifat bingung jika ia ingin berbicara hal kompleks. Wanita itu memang belum berniat berubah, sepertinya. Tidak apa juga sesungguhnya, Kris suka wanita yang ini.

“Lagi pula kamu tidak memiliki pacar apa? Sudah dua tahun kita putus.”

“Aku?” Jadi telunjuk kanan si lelaki menunjuk hidungnya sementara mulutnya sibuk mengunyah. “Tidak, aku masih menunggumu,” godanya dengan salah satu ujung bibir tertarik ke atas.

“Wu Yi Fan!” Kalau Ally tiga tahun yang lalu mendengarnya, mungkin saja ia akan merona malu, namun detik ini ia lebih memilih mendelik tajam. “You should stop flirting with me.”

Why?”

Tumben sekali wanita itu sampai melarangnya—dalam arti kata serius. Biasanya juga ia hanya marah-marah sedikit dengan muka yang sudah merah layaknya kepiting rebus, tapi tidak pernah benar-benar minta Kris berhenti. Kris kepalang sering menggombal, Ally jadi terlalu biasa, dan mereka teman—pula pacar—semasa kuliah… jadi masalahnya? Apa karena mereka putus? Ah, Kris ‘kan tidak serius juga dan ia yakin Ally pasti tahu.

“Karena,” ia mengucapkannya perlahan pun pelan, “karena—”

Belum sempat penjelasan itu dimulai sebuah tangan melingkar di pundaknya diiringi oleh suara bass, “Ally.” Wanita itu menoleh dan segera disambut oleh kecupan ringan di bibir. “Belum menunggu lama ‘kan, sayang?”

Ia membentuk kata “Tidak” tanpa suara.

Kris menjatuhkan rotinya dari genggaman tangan sedangkan mulutnya terbuka reflek. Ia tidak berharap mendapatkan kejutan seperti seorang pria yang mencium Ally secara tiba-tiba, bahkan lebih mungkin jika bossnya datang mau memecatnya—tapi jangan sampai, please. Matanya memicing, memerhatikan ujung kaki hingga ujung rambut milik si pria. Tidak kenal.

Brengsek, ia siapa?

“Baguslah, dan—” Lelaki yang datang tadi baru menyadari kehadiran Kris. “Temanmu?” tanyanya pada Ally.

“Y—ya. Mmm, Mark, ini Kris,” ucapnya sambil menunjuk dua lelaki itu bergantian pun secara tidak langsung mendorong mereka untuk bersalaman, “dan Kris, ini Mark.”

Mark mengulurkan tangan bersama sebuah lengkungan di bibir, “Aku Mark, senang bertemu denganmu.”

“Senang bertemu denganmu juga,” jawabnya sambil menjabat tangan itu beberapa detik—dengan sebuah tatapan penasaran tercetak di muka. (By the way, Kris tidak senang)

“Kalian teman lama?” Mark memberikan jeda sesaat pada kalimatnya untuk meraba kantung celana—mencari sesuatu. “Sepertinya kita masih bisa mengobrol sebentar sebelum pergi—jika kalian mau bernostalgia.”

Si wanita sepertinya sudah siap untuk menolak dan akan menjelaskan kejadian penuh tanda tanya ini pada Kris lewat ponsel saja, namun Mark meninggalkan mereka lagi setelah berkata, “Tunggu, sepertinya ponselku ketinggalan di mobil, sebentar,” ujarnya sembari menoleh ke arah Kris lantas kembali manatap wajah Ally, “aku mengambil ponsel dulu ya.”

Dan Ally hanya bisa mengangguk.

“Siapa?” tanya Kris—yang sudah berhenti sepenuhnya dari kegiatan memakan roti—setelah Mark melangkahkan tungkainya menjauh.

Ally menghela napas panjang.

“Oh, Kris, namaku sudah bukan lagi Allyson Royer.” Ia mengetukkan jemari tangan kirinya pada meja kayu dengan nada serampangan. Merasa terganggu pula mendapat pertanda, Kris menoleh mendengar suara tersebut, langsung saja matanya terkunci pada cincin perak bertahtakan emas putih yang melingkar sempurna pada jari manis mantan kekasihnya. “Sekarang, kamu bisa memanggilku Allyson Tuan.”

Ally tidak tahu mau tersenyum jenaka atau memasang senyuman meminta maaf, tapi yang pasti Kris sudah memilih untuk membeku dengan muka malu, sebal, pun tatapan what-the-actual-fuck-Ally?

– An Ex-Girlfriend –

 Prompt number 76: Maiden Name.

Kecepetan kah alurnya? Entahlah, akhir-akhir ini kurang puas sama fanfiksiku :| #curhat.

P.S.

Aku udah menyelesaikan tiga prompt sebenernya hahaha.

Advertisements

9 thoughts on “An Ex-Girlfriend

  1. Halo kak sher–senpainim! Long time no see ihiw :3

    JADI BIARKAN SAYA TERTAWA SEJENAK GEGARA KRIS :G

    Si Kris kesian amat, kirain cuma pacar kak ternyata udah suami orang. Ngenes si kris ihiks. Dan dari awal aku salah nebak plot mulu kak-_- Pas pertama aku nebak pacarnya masih suka sama kris. Baca sampe pertengahan si cewek udah gak suka sama kris dan kris juga udah punya pacar. Pas baca sampe agak akhir aku nebak pacar ceweknya bakalan adu jotos sama kris. Ternyata salah semua :”) Emang sudah seharusnya gak nebak plot punya senpai h3h3h4h4

    Keep writing kakak, ditunggu fiksi lainnya yg menistakan Kris lagi xD
    xx, Ay

    P.S: Saya ketembak mati sama fotonya kris itu ‘-‘r

    • Halo Ayu-senpai! Iya udah lama gak ketemu kita. Ini apa ya manggil senpai? Hahaha

      Tertawakan saja Kris sampai puas! XD Awalnya emang masih agak kabur jalan ceritanta kalo menurutku hehehe. Jangan berantem lah :( kasian muka porselen mereka yang alus itu nanti rusak (?) hahaha.

      Nikmati aja photo Krisnya :”) Anyway, makasih Ayu, ditunggu fiksi kecemu juga :)


      Sher ♡

      • Ih yaampun dipanggil senpai ;A; Kalo kakak kan emang senpai wkwk

        Hamdalah sudah puas kan ngetawain kris wkwk Ih gak papa kak tar unyu-unyu gimana gitu :v Oke, sama-sama kak’-‘b Nggak kece kak fiksi aku mah, fiksi aku sejenis kek batang korek api sekali jegres langsung patah :”)

  2. haha itu gifnya matching sama gombalannya kris. lucu sih krisnya mendadak hening gitu makanya kaaan jangan asal ngegombal pft

    lagi prompt juga sher? semangat semangat

    • Aku juga pas liat langsung ngerasa, fix ini pas banget dijadiin cover. Hahaha Krisnya dinistain dulu bentar kak X)

      Iya, makasih ya kak :) Kak put semangat juga.

  3. tumben sekali dikau bikin ff buat kris. doi kasihan banget. ini entah angst apa comedy……….. HAHHAAHHAHA pengen ngetawain tp kasihan (2) juga sama dia, niatnya gombalin mantan tapi malah eng ing eng tiba-tiba mantannya udah punya mark. si mz kris blm laku-laku sih kan kasihan (3)

    kasihan terus. aku juga kasihan sama kak sher (ganyambung)

    semangat kak sher!!!

    • Berniat menulis berbagai macam member boyband buat prompt ini, dan Kris dapet undian pertama!!! Hahaha.

      Ini… failed comedy setengah angst (?) Aku mau bikin genre: Genre-less aja abis ini xD Ketawain aja Ta mumpung nista, bebas, kasiannya kapan-kapan hahaha. Mz Kris lagi mau ngejomblo aja. Ini kasian sama aku kenapa ya? :”

      Makasih Tata :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s