Another Shade of Green

6f56330b7c866f0ee3a7affea880da11

Hijaunya dingin, tapi menarik untuk dilihat.

Matanya bisa seperti pepohonan hijau milik hutan amazon; rapat, hanya hijau yang mendominasi; teduh, membuat orang suka memandangnya; liar, yang ini hanya terkadang, biasanya kalau ia marah. Atau iris itu jadi sewarna hijau di musim semi yang mengingatkan kita bahwa semua akan menyenangkan. Atau bisa secantik zamrud, memukau pun sangat mahal.

Tapi lingkaran hijau yang kali ini aku tatap sangat berbeda. Netra itu… mematikan. Hijaunya dingin, tapi menarik untuk dilihat, membuatmu termagnet atas alasan yang tidak jelas. Atau boleh dikata, maut sangatlah memikat?

Karena sementara lensa hijau kelamnya mengunci tatapanku, tangannya baru saja menarik pisau yang ia tancapkan di perut bagian kiriku.

“Tidak, kamu tidak akan mati sekarang,” ucapnya pelan, “mereka akan menemukanmu.”

Ia berusaha berdiri penuh perjuangan, tidak mengacuhkan aku yang sedang bersandar pada tembok kamar; lemas efek rasa sakit juga kehilangan ratusan mili liter darah. Tangan kirinya menggenggam pisau erat-erat sedangkan tangan lainnya menggapai ponsel di atas meja, mencoba untuk menekan beberapa tombol.

“Kami butuh bantuan di…”

Kalimatnya mengalir deras, sangat panjang hingga aku tidak ingat apa yang ia katakan. Bukan itu saja penyebab aku lupa. Setelah telpon berada dekat dengan telinganya, ia membalikan tubuh, dan kala itu aku sadar cairan merah mengalir dari pundaknya. Bajunya koyak, luka tusuk yang cukup dalam terpahat pada pundaknya.

Tunggu.

Satu jam yang lalu ia masih melemparkan pandangan teduhnya. Lantas semua berubah ketika aku berlari, menghampirinya, menyeretnya ke sini, menggores lengannya, membenturkan kepalanya pada tembok, dan—

“Hey.” Suaranya menjaring fokusku. “Aku tidak akan membawamu turun seperti ini, aku sudah punya skenario, dan kau tidak punya hak untuk merusaknya.”

Dan ia memerlihatkan lagi satu warna hijau yang baru aku temui; determinasi bercampur tanda kematian.

– Another Shade of Green –

Apa yang terjadi diantara mereka? Silahkan berspekulasi sendiri. Akhir-akihr ini suka nulis yang vague and kind of unfinished, just bear with me hahaha.

Advertisements

6 thoughts on “Another Shade of Green

  1. ……..aku, pusing. awalnya aku baca biasa, waktu didalami kok… maafkanlah otakku yang cetek ini kak. cuma, aku punya dugaan :

    1) si aku-nya ini pengen merkosa/nganiaya si mata hijau, tapi si hijau (iya kali si hijau) pengen mertahanin diri jadinya nusuk si aku? (oke ini kayanya nggak masuk akal soalnya si hijau bilang dia punya skenario)

    2) si aku-nya ini psikopat? terlalu suka sama si mata hijau?

    3) si aku sama si hijaunya kdrt? OKE YANG INI JELAS NGGAK MUNGKIN

    aku nggak jago nebak riddle, sih. cepet kasih tahu jawabannya soalnya aku jadi penasaran sendiri ini huakakaka xD

    • Tata! Okay, jadi pertama ini bukan riddle, emang entah kenapa suka bikin yang menimbulkan banyak pertanyaan gini //diamuk.

      Bentar aku bahas. Iya, plihan satu gak mungkin soalnya dia punya skenario, which means mereka udah kenal lama. Point dua… mungkin? Tapi aku ngebayangin kalo psikopat langsung bunuh aja, gak sampe musuhnya bisa mikir, kecuali dua-duanya psikopat (!?!?) Pilihan ketiga paling mungkin lho menurutku XD

      Anyway, aku gak ngebatesin ini tentang love story kok, jadi kalau mau berspekulasi lagi silahkan, sebelum baca penjelasankah absurdku hahaha.

      .
      .
      .
      .
      .

      Jadi yang aku pikirin, mereka old enemy gitu. Si aku ngajak rusuh ((!?) atau nyakitin), mungkin obsessed, terus dia mau ngelukain atau ngebunuh akhirnya. Cuman, yang mata hijau juga ada rencana ngebunuh atau ngebawa dia “turun” dari lama (asumsinya aku kaya atau bahagia dan semacamnya, tapi caranya si aku mencapai itu salah), dan beruntungnya dia gak mati di sini hahaha.

      Belibet gak? Maap ini panjang banget dan aku gak tau jelas apa enggak LOL. Kalau masih bingung tanya lagi aja gak apa-apa :D Atau kalo ada ide lain juga boleh kasih tau hehehe.

      • cast-nya itu yang bikin…….. tricky banget. aku nggak mikir kalo mereka itu musuhan hahahahahha soalnya cowo sama cewe… maafkanlah aku yg tidak tahu apa-apa ini ;_; tapi tapi (halah) kalo si aku sama si ijo ini musuhan, kok si aku bilangnya memikat yha…… halah sudah kepalaku pusinx.

        tolong bikin gini lagi yha kak biar otak gak tumpul selama liburan wakakaka

        • Abis aku ngeportray mata hijaunya kayak cewek gitu kan, jadi yaudah castnya cewek cowok aja hahaha #slap. Dulunya sempet baikan, abis itu musuhan? Senernya aku mau liat ide orang-orang aja sih XD

          Kalo ada ide ya :” hahaha, ficmu ditunggu juga :)

  2. haloo kak sherrr! x))

    pertama, mari kita mengapresiasi covernya dulu. huhu itu mata siapa bagus banget minta ampun mauu dong beli di mana sih :(( ((nggak))

    kedua, openingnya indaaaah bangeett kak sherrr huhuhu kalo ada orang bermata ijo gitu di sekitar sini yakali aku betah liatin mulu wkwk bodo amat dibilang freak xD tapi serius aku suka openingnya ehehe x))

    ketiga, awalnya aku juga bingung loh. sampe baca dua kali ;;-;; duh maafin lemot hahahahah ;;-;; nah, di line ini: “Atau boleh dikata, maut sangatlah memikat?” aku mulai ngerti. wah ada yang ngga beres nih wkwk. boleh tebak ngga? :3 jadi si aku ini punya obsesi sama si ‘mata hijau’ terus sampe mau ngebunuh gitu yah? dianiaya? ‘aku’ psikopat, mungkin? kan ada psikopat yang kalo saking senengnya sama sesuatu, atau dalam kasus ini, seseorang, mereka muasin obsesinya dengan ngelakuin kekerasan? wkwk entahlah spekulasi ngawur jha wkwkwk .-. tapi buat rencana si ‘mata hijau’ sendiri aku ngga ngerti wkwk huhu maafin otakku maafin bangeeett lemot sih ya huhu ;;-;; maksud dia bilang ‘turun’ di akhir itu apasih kak sherr ;;-;; bocah udik ini ngga nyampeee ;;-;; maafin lagii ;;-;; apa emang nggak dijelasin ya?

    keempat, INI KEREEENNN! Aku sukaa kak sheer senpaaaii sukaa bangett eheheh. soalnya emang fic yang nggak diceritain secara gamblang gitu emang menarik yhaaa x)) open interpretation dan bikin mikir x)) yha maklum,,,…anak e jarang mikir…….xixixixixxixi,.,.,., ^.^ ((dibuang)) ((ngerusuh jha)) diksinya jugaa kerenn kak sherr subhanallah teach me mastahh ;;-;;

    Semangat terus kak Sherr! Keep nulis nulis ketjeh! x)) <3

    • Pertama, serius aku suka sama mata yang terang gitu apalagi pas kena cahaya emang cantiiik banget. Kalo ada orang matanya kayak gitu aku juga gak akan bosen kok ngeliatinnya, kalo bisa orangnya aku bawa pulang XD

      Kedua, iya aku juga bingung pas pertama nulis, ini mau dibawa kemana sih //dimarahin. Boleh kok boleh. Aku gak ngebatesin ada masalah apa di antara mereka, yang diotakku cuman mereka punya satu masalah sampe mereka bisa jadi kayak gitu, aku seneng aja ngebacain spekulasi orang lain :) Dan ide kamu boleh juga :D

      Aku emang gak ngejelasin maksud “turun” di sini, lagi, spekulasi masing-masing hahaha ((abis ini beneran direbus sama Hani)), buatku si ‘aku’ ada di atas (harta, kebahagiaan, derajat) dan entah dia dapetnya dengan cara yang salah atau buat si mata hijau kesel, makanya dia mau dibawa “turun”.

      Makasih lho Hani senpay :””” Pilihan backstory dari cerita ini banyak banget, jadi sepertinya aku membiarkan readers yang milih sendiri aja hehehe. ((ya aku juga jarang mikir)) ((apa ini kalkulus, aku sudah lupa)). Ini masalah diksi, aku juga harusnya belajar sama kamu yang bahasanya ringan banget, enak dibaca :’)

      Semangat juga Hani! Makasih sekali lagi :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s