Semua itu untuk satu detik yang berubah menjadi satu jam.

A Woman’s Point of View

Note: Inspired by The Silkworm by Roberth Galbraith & How I Met Your Mother: Season 3, Ep. Miracles.

Birmingham, England.

Spring, 2013.

06:49 P.M.

 

Ada momen di mana setiap detail dari keadaan sekitarmu menjadi sangat jelas. Biasanya momen itu sangat menguras emosi, sangat mendebarkan hingga cukup ahli mengaktifkan indramu naik ke level tertinggi. Detak jantungmu terasa sangat lambat, setiap gerakan kecil yang kaubuat tampak kentara, sebuah suara kecil yang jauh tersembunyi berhasil ditangkap telingamu; semua itu untuk satu detik yang berubah menjadi satu jam.

Dan untukku hal itu terjadi saat ini.

Aku bisa mendengar suara angin yang berembus cepat, melihat seorang lelaki memandang dari balik jendela lantai lima apartemen, pun bau parfum yang melekat di kursi mobil ini secara tiba-tiba menguat. Bukan hanya itu, aku mampu memerkirakan ke mana tiga detik selanjutnya akan membawaku, dan selama tiga detik yang panjang ini, puluhan memori meledak dari kotak usang di belakang otak.

Detik pertama.

Ayah, ibu, kakak, anjing-anjingku, rumah. Ratusan bayangan tentang pertengkaran, tangis, rahasia, dan tawa berjalan cepat.

Detik kedua.

Semua temanku, cerita tentang kuliah, masa sma, dan kegiatan di luar rumah lainnya. Tentang orang-orang yang pernah mengisi hariku dengan kisah-kisah menarik.

Detik ketiga.

Dylan. Seseorang yang aku rindukan.

Lantas, berlangsunglah detik di mana duniaku hancur—

Brak!

Jantungku yang memompa darah sangat lambat selama tiga detik hanya butuh satu benturan untuk bekerja cepat di luar batas normal. Satu manuver di jalan sehabis hujan untuk menghindari mobil yang dengan sembrononya menerobos lampu merah hanya menghasilkan tumbukan lainnya dengan mobil dari arah kanan. Benda itu menabrak sisi mobilku, menjadikan kaca di sampingku pecah tinggal kepingan dan kepalaku yang kuyakini membentur benda padat.

Lagi, salah satu detik-detik paling panjang seumur hidupku. Letupan-letupan emosi kecil merayap ke dalam diriku, letupannya memercikan api yang merambat kian kemari tanpa arah, panik. Ada rasa takut terhadap kematian, satu bayangan akan pengemudi di mobil sebelah, sebuah usaha keras untuk tetap meraup oksigen di sekitar, dan keinginan besar untuk bisa bertemu orang-orang yang aku sayangi.

Satu detik berikutnya, semua lebur jadi satu dalam dunia yang tidak aku ketahui.

– The Longest Second –

Advertisements

12 thoughts on “The Longest Second

  1. Kak….
    Aku gatau aiapa itu Joan btw tapi yah… kusuka sekali penggambaranmu di setiap fiksi yang kakak bikin sumpah itu khas banget kak, gak kaya aku yang amatiran hiks ;;;

    Trus penulisan kakak juga cantik, rapi, ga muluk-muluk. Kakak juga produktif banget dalam menulis, sumpah ngefans huhu kapan ya owe bisa kayak kamu kak ((pundung))

    • Dia OCku hahaha. Ini tergantung mood dan genre juga sebenernya. Tulisan kamu udah bagus lho, tinggal dipoles juga kece :)

      Kalo yang itu nulisnya bebas aja, tulis apapun yang kamu pikirin :D Ini produktif sebenernya kebanyakan draft yang ngendep soalnya LOL. Aku mah masih apa hahaha. Semangat ya!

      Makasih ya, anyway :)

  2. Hai Sher!
    Aduh maafkan aku baru sempet berkunjung di blogmu dan langsung baca cerita ini. Gatau kenapa aku sukaa…

    Dulu, kayanya aku pernah baca ffmu yg tentang jinu kalo ga salah, dan kayaknya perkembangan tulisanmu makin meningkat(?) Aku gak ngikutin cerita si Joan ini, tp gatau kenapa suka gimana kamu ngegambarin perasaannya dia. Dan endingnya, juga suka!
    Keep writing Sher!

    • Halo kak :D

      Kayaknya menurut aku, aku gak terlalu bisa nulis romance #curcol. Aku gak terus-terusan nulis dia juga hahaha. Aku seneng kalo kakak suka sama ceritanya, makasih ya kak :)

  3. kak sher aku suka ini heeeeeeeeee ini cantik banget nget ngetttt. eh tapi aku pengen tanya: 1) cowo yg di apartemen itu siapa? 2) dylan itu siapa kan soalnya biasanya si Joan ini pasangannya sama Chanyeol, bukan? ya kannnn hm apa dylan o’brien (salahhhhhh). terus aku juga suka caranya kak sher akhirin ceritanya huhuhu. btw kak aku juga sama lho udah ngga terlalu biasa nulis romance, maksudku yg jenis romance yg pacaran gt (?) jadi kikuk kalo nulis gituan–_—- (efek jomblo kali) (ngeles aja)

    ahhh pokoknya ini aku suka suka banget simple dan nggak lebay jatuhnya cantikkkkkk😍😍😍 semangat kak sher!!

    • Siapa cantik? Aku? Makasih ya :) #slap. Jawab: 1. Random person, beneran LOL. || 2. Dylan? Jangan kepo di sini xD (!?!?). Dylan O’Brien? Buat aku boleh. Glad to know that you like it

      Kita senasib :( Nulis romance yang fluff tuh aku udah mati banget rasanya, kalo sad masih bisa, huft. Eh, aku juga jomblo, cariin pacar dong, Taehyun boleh lah HAHAHA.

      Makasih ya Tata! :D

      • tapi masih cantikan aku (?) (guling-guling) lah terus bau parfum itu baunya siapa…. (ngemeng terus nih)

        sad mah emang speciality buat yg jomblo-jomblo HAHAHA. lah kok malah promosi cari pacar HUAKAKAKAKK XD yha silahkan taehyun ndak papa asal taehyun-nya mau aja…… masalahnya……… kenal aja enggak…………… (dor)

        • Mungkin kita harus ganti nama group jadi: Ciwik-Ciwik Cantik HAHAHA. Kalo mobil sering dipake kan bau parfumnya melekat gitu hehehe.

          Kok jadi ngenes abis kesannya LOL. Taehyun… ((nangis di pelukan Mino)) ((Lho))

  4. hallo ??? sher ??? maapkeun aku datang dan ngerusuh disetiap fict kamu tapi mau gimana lagi hobi ku itu ngerusuh jadi gak bisa kalo baca fict trus cm nge like gak koment itu gak greget baget.
    ini sumpah cantik bangettt penulisananya sebenernya sihh aku pen nanya ke kamu.. Kamu anak sastra ya ? aku baru baca 3 fict kamu dan aku udhah nge fans aja sama kamu wkwkwkkk blm bisa kayak kamu kalo nulis hehheee masih butuh belajar dan berguru dengan aithor sepertimu “Hlooh”
    dan setiap aku baca fict kamu aku pasti inget dengan sesuatu.. jadi intinya fict kamu itu ngebuat aku inget dengan sesuatu dang kadang membayangkan sesuatu.. kadi intinya lagi kamu dengan cantiknya menuliskan fict ini sampesampe readers nya dengan sangat mudah membaca dan menghayal lewat fict kamu.. itu aja hehheee

    • Hi, silahkan aja ngerusuh, gak dilarang dan gak masalah kok :)

      B—biasa aja kok, dan aku bukan anak sastra hehehe, lebih ke anak teknik sebenernya (jauh ya? LOL). Makasih lho udah suka sama fiksi-fiksiku, jadi malu >///<

      Semua fiksi kayaknya punya sebagian kisah nyata jadi ya… gitu (!?!?). Hahaha, duh, aku gak tau sih… nulis cuman ya nulis aja, tapi sangat bersyukur kalo kamu merasakan seperti itu :)

      Makasih ya :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s