The Black Cat

Dan satu panggilan membawanya ke keadaan yang tidak ia bayangkan.

 Photo © Janey

“Jongdae.”

Satu panggilan menyentuh rungu tepat ketika aku berhenti di seberang toko buah yang baru aku singgahi. Suaranya dari belakang diriku, tidak seperti teriakan, riaknya tenang, bisikan kecil, hanya saja sebuah firasat mengatakan jarak getarannya lebih jauh daripada kedengarannya.

Tungkaiku berputar demi mencari sesuatu di depan etalase toko, ke seberang jalan di mana sekitar sepuluh orang menunggu di ujung zebra cross. Normal jika dilihat sekilas; tidak ada yang di luar keseharian, hanya manusia-manusia yang menanti lampu bergambar orang berjalan menyala hijau agar mereka bisa melanjutkan langkah. Namun, ada satu wanita asing yang irisnya bersirobok denganku selama puluhan detik; bahkan ketika belasan mobil berhasil menyela tatapan kami, manik itu tetap bisa menjatuhkan fokus ke manikku, tidak tergoyahkan.

Awas.

Sepuluh meter spasi di antara kami berdua, tapi gerakan mulutnya secara menakjubkan—juga mengerikan—sanggup kubaca tanpa masalah. Alisku reflek bertaut jadi satu; bingung apa maknanya, bimbang apakah si wanita sungguh-sungguh bicara padaku, pun merasakan keganjilan yang berbau malapetaka ini. Dan aku tak mengira barang sekali pun bahwa penjabarannya datang dalam hitungan detik.

Detail kisahnya memang tidak berhasil kurekam dengan baik, namun, yang pasti cerita ini terjadi dalam lima kedipan mata. Seekor kucing menapak kaki menuju jalan ketika berbagai kendaraan masih menyesaki jalan. Seeorang pria baik menyadarinya pula berusaha untuk mengejar si kucing. Buruknya, ada satu pengendara terlambat menginjak pedal rem, memberikan tumbukan pasti terhadap si pria dan mobilnya. Tubuh lelaki itu terhempas beberapa meter ke utara diikuti dengan cairan kental yang mulai menguar dari pelipisnya, sedangkan si kucing masih melenggang santai menuju tempatku berdiri; abai dengan keadaan di balik ekornya. Sejemang kemudian, tiga mobil saling bertabrakan beruntun, mungkin merasa kaget dengan keadaan Audi abu-abu yang berhenti tanpa peringatan.

Dan dalam kedipan mata keenam, kemacetan pun kekacauan tanpa ragu menerjang jalan di hadapanku.

Kakiku diam di koordinatku. Beku dalam situasi sarat ketakutan dan teriakan. Jauh berbeda dengan gerakan tubuh, pupil mataku bergerak ke sana ke mari secara liar. Berusaha mencari wanita dengan rambut sewarna jelaga tadi, tapi nihil, ia bagai hilang disapu embusan angin.

“Mencariku?”

Seketika tulang belakangku berubah tegak dan kakiku berputar secara terburu-buru—hampir terjatuh. Wanita itu menyimpan tangan di saku mantel sementara lensanya tetap menaruh minat pada irisku. Raungan panik pula berbagai macam suara berisik lainnya pudar ditelan entitas tak kasat mata, seakan-akan hanya meninggalkan aku dan si wanita dalam dunia.

“Seharusnya kucing itu kamu biarkan dalam kehidupannya.”

Neuron otakku berhenti meloncat, tidak berhasil memproses kucing apa dan hidup apa hingga satu gulungan bulu melingkari kakiku. Kepalaku menunduk. Kucing tadi, kucing yang meletakan kaki lembutnya ke jalan raya, kucing yang menekan tombol malapetaka. Seekor hewan mungil dengan ekor panjang dan kalung perak bertengger di lehernya, hewan yang sama dengan yang minggu lalu kebasahan akibat hujan dan bernaung di depan pintu rumahku.

Tujuh hari yang lalu aku memutuskan untuk merawatnya, memeliharanya, dan menamainya Noar.

“Dia bukan milik dunia ini, duniamu. Seharusnya kau kembalikan ia di hari pertama lidahnya mengecap rasa susu putih, bukannya kau bawa tidur dalam kamarmu. Kau harus mengembalikannya atau setiap langkahmu dan miliknya akan membawa kisah-kisah mengerikan,” ujarnya dengan gelombang suara datar.

Aku ingin bersua membalas perkataan wanita itu, tapi saraf-saraf menahan puluhan silabel di tenggorokan. Dan detik di mana beberapa patah berhasil terlontar, kalimatku terpatah-patah, “Ke—mana? Aku ha—harus mengembali—kannya ke mana?

Your job to figure it out.” Hanya enam kata yang dengan baik hatinya ia tinggalkan untukku, enam kata petunjuk yang membawaku ke lingkup penuh tanya. Lantas langkah sepatu bootsnya berjalan membawa tubuh itu melewati diriku, menabrak sedikit bagian lengan—tidak mengindahkan eksistensiku. Dan sangat lama rentang waktunya sampai aku sadar bahwa tapak kaki itu sudah terlampau jauh dari ruang dengarku.

Meow.”

Satu suara itu berhasil mendobrak lamunanku tentang segala teka-teki yang aku sendiri tidak tahu di mana letaknya. Teriakan panik orang-orang kembali muncul ke permukaan bersama jalanan yang semakin macet, tapi sekali lagi fokusku tidak berhasil ditarik oleh keadaan itu. Alih-alih, aku memandang Noar yang sedang mengusap kepalanya manja ke celana jeansku sembari menggoyangkan ekornya.

Dari mana asalmu?

– The Black Cat –

Note:

  1. Fanfic! Tapi detailnya agak mati rasanya, huft. Aku bakal minjem nama orang Korea tapi mungkin isinya OOC, biar gak lelah dengan orific aja :” hahaha.
  2. Kucing hitam tuh gak nyeremin kok. Aku paling suka warna kucing yang item semua, ekor panjang, terus badannya tegap gitu bukan gendut. Kayak Panther versi kecil.
  3. Jangan kasih kucing susu sembarangan guys, ini Jongdae emang nakal, mereka lactose intolerant.
  4. Lagi, aku gak berniat nulis siapa wanitanya, kucing siapa sebenarnya itu, dan ada apa dengan dia. Silahkan dibayangkan sendiri. Peace kawan-kawan ✌✌
  5. Bakal berusaha ngurangin genre cerita kek gini (gantung absurd gak jelas LOL)
Advertisements

31 thoughts on “The Black Cat

      • Sher ku comebavk kek bigbang semoga bs memporakporandakan lapak(dan hidup)mu :p

        Sek… sebentar… aku bukan pecinta kucing sebenernya… huah.. jadi agak serem ngebayangin jadi tabrakan beruntun gitu gegara catwalk… suwer itu nyebelin. Kesian mobil audinya, kan sayang mobilnya.. (kak…plis…)

        Oke pertama aku mau nanya…
        Cewe itu siapa? Manusia apa bukan? Soalnya aku kok agak asdfghjkl sm status kemanusiannya dia… atau wmg otak kakak yg keterlaluan dempetnya sama dengkul jadi ngaco mikirnya wkwkwk x)

        Dan yg terakhir pertanyaan penting (sekaligus dodol) emg kenapa sih g blh ngasih susu sembarangan ke kucing? Aku tahunya gak blh ngasih cokelat ke kucing sm anjing… tolong jelaskan sher aku butuh kepastian… aku gak bisa digantungin kek gini… /dramaqueen

        Udah. Masalah cerita, bahasa, penulisan, kamu gausah diraguin lg.. one of my favorite writerrrrrrrrrrr…
        Paling menyesaki doang yg kulihat typo td km tulis menyesakki (eh apa emg yg bener nulisnya gt? Tau deh kakak jg gatau, HAHAHAHA)

        SEKIAN KOMEN KACAU DAN GAK PENTING INI… SEE YOU IN HANSOL — GLUTTONY… LOPELOPE..

        • GTOP MAU COMEBACK OMG. SUBUNIT PALING KECE. Hidupku sudah berantakan kak, mau aku rapihin dulu :””

          APA!? Kucing itu lucu! Harusnya orangnya gak usah jalan :”” kan kucing luwes juga kalo mau lewat. Aku juga kasian sama audinya sih LOL.

          Gak tau? Enggak sih kayaknya (!?!?) Anggeplah satu dunia sama ini kucing yang entah dari dunia mana. Tapi kalo manusia, dia semacam peramal, atau apa aku juga gak ngerti HAHAHA.

          Kan susu ada lactosenya, kucing lactose intolerant gitu, jadi mereka gak bisa mencernanya karena gak punya enzim yang aku lupa namanya, nanti diare atau pencernaannya bisa rusak.

          Jadi maloe dibilang favorite sama master kayak kak Becca >///< ((kemudian dibakar)) Oh iya kak, typo lagi huft, makasih ya kak udah dibenerin dan makasih sudah datang ♥

          • GTOP OEMJI SUAMI AKU WKWKWK UDAH KELUAR KOK MVNYAAA… kayaknya sih…

            Sher.. fyi kucing itu gak lucu… nauh lebih imutan aku … /tante2 gak sadar diri…

            Tuhkan tuhkan…. macem madam tp bs jg jd mahluk planet lain ya itu cewek multitasking bgt hahhaa… jongdae, cewek macem gitu ga boleh dipacarin ya… cewe macem aku yang boleh dipacarin hahhaaha x)

            Oalah jd kucing gk boleh minum susu… kalo minum air susu ibu boleh gak bu dokter? Hahaha

            Akh… kamu pake malu2 gitu.. sini bayar…/eh?

            Wekekek gapapa typo itu manusiawi aku kan the queen of the queen of typos.. kamu jgn berani2 rebut gelarkj, sekian.

          • BELOM KAK. TUNGGU TANGGAL 1 AGUSTUS!

            Kak… kak, puhlease, aku bahkan lebih sayang kucing daripada Taehyun. Kakak imut gak ya?

            HAHAHA MULTITASKING. Mungkin dia part time di dunia ini kan siapa yang tau kak? XP Kakak maunya ama siapa sih? Ini kenapa Jongdae diambil juga…

            Susu ibu kucing sih gak apa-apa…

            Yaudah gak apa-apa, gelarku jadi Mrs. Typo aja, istri pertama dan satu-satunya.

          • Yaamflop agustus itu masih seminggu lg hiks.
            Jadi kamu lbh milih kucing timbang tehyun? Tega nian dikau… sungguh tak kusangka…
            Yaudah km sama kucing aja tehyunnya buat aku (lagi?)
            Kakak maunya sama siapa aja yg penting ganteng, toh junsu udh biasa diduain… ditigain… diseratusin… x)

          • 4 hari lagi lho kak… jangan hiperbola dong… hahaha.

            Iyalah :” kucing lebih baik, lebih lucu. YA TAPI GAK KAKAK AMBIL JUGA.

            Yaudah, sama mz yang dibawa mamah aja ya xD

  1. Wadaw . Dapat zonk tuh si JongDae. Iya kan JongDae yang mungut si kucing? Aku masih nggak ngeh peran JongDae disini itu apaan sampek baca note kao yang dibawah. Kirain JongDae yang ditubruk tadi.

  2. Sher! I like it!!
    Huhuhu gatau knp aku suka model cerita penuh misteri kaya gini..

    Well aku sampe baca dua kali buat bisa ngerti. Awalnya aku kira yg ditabrak itu jongdae dan yg ngobrol sama si wanita itu semacam arwahnya(?) Tp ternyata enggak ya?
    Menurut analisaku (ceileh), si kucing itu berasal dari dunia lain(?) Soalnya kan emang kucing item identik dengan hal2 misterius.. dan mungkin si wanita itu semacam seseorang dari dunia lain yg coba nginetin jongdae ((maapkeun kalo salah)) :p

    Aku suka kamu nyatu2in kalimatnya. Meski ada beberapa kalimat yg bikin bingung (ini subjektif, mungkin aku aja yg ngerasa bingung). Tapi sukaaaaa….

    • Aku lupa banget tadi nulis ini Jongdae POV :”” maaf ya kak, iya ini semua dari sisinya Jongdae, yang di tabrak random person aja.

      Gak ada salah gak bener kok kak hehehe, sesukanya aja mau gimana, soalnya aku seneng bacain pemikiran orang-orang X) Aku juga bingung kenapa kucing item identik ama yang aneh-aneh LOL. Dan analisa kakak, pas juga buat dimasukkin ke cerita ini :D

      Makasih ya kak ♥ Enggak kok, aku baca ini berulang kali juga ngerasa ada yang off tapi nekat ngepost :”

  3. Yoho kak sher!

    pertama, ini nggak ngebosenin sama sekali kak sherr. malah aku bacanya nyante banget tapi tegangnya sampe akhir HAHAHAHAHA penakut sih, kzl ._. ini gayanya kaksher bangeett. bikin penasaran di awal, terus gantung di ending WKWK.

    tapi emang kucing hitam identik dengan yang namanya kesialan ya. padahal aslinya lucuk lho. ini mah rasis sama kucing namanya :’3 ((GAK)). terus bayanganku si wanita itu mbah-mbah yang tinggal di rumah sendirian bareng banyak kucing dan seperangkat alat minum teh lho HAHAHAHAHAHAHA ((lalu dibuang)).

    aku suka kaksherrr. suka banget banget bangeett ‘teriakkan’ apa ‘teriakan’ nih kak? ehe eheheh. cuman koreksi dikit kaksherr, beneran ngga maksud gimana anaknya juga udik banget di typo huhuhu.

    cantikk, kaksherr! yo ayo kip nulis-nulis ketjeh! semangat! x))

    • Hi, Hani :)

      Aku ngerasa ini ada yang off lho, entah dibagian apa tapi ada yang gak pas, huft. HAHAHA, sepertinya aku gak akan nulis horror sampai entah berapa tahun lagi karena aku takut LOL. Mau ngurangin ini… kasian orang-orang aku gantung terus efek gak berniat nulsi panjang.

      BANGET! Aku gak ngerti lagi kenapa kucing item dibilang aneh-aneh :”” padahal mereka gak ngapa-ngapain. Granny cat xD Kalo ngomongin kucing banyak atau nenek-nenek emang yang kebayang gitu ya, sambil ngerajut atau minum teh XXXXD

      Hahah, iya aku typo, huft. Selow aja, aku seneng kok kalau ada yang mau ngingetin :) Makasih ya Hani! Keep writing juga kamunya! :D

  4. SHEEERR MOGA-MOGA KAMU ENGGAK BOSAN LIAT KOMENKU NONGOL DI MANA-MANA YAAK

    DUUH BENTAAR INI KENAPAAA.. JONGDAE PASTI MUKANYA TAMPAN-TAMPAN BEGO GIMANAA GITU DAN GOSH! AGAK MERINDING PAS TAU ITU KUCING DARI DUNIA LAIN HAHAHA

    BAHASAMU KIAN INDAH AJA SHER AKU SUKA SEKALI HUHU T.T PALING SUKA SAMA CARAMU MENCERITAKAN DETAIL ALUR JADI BISA KEGAMBAR JELAS DI PEMBACANYA HIKS

    DAH POKOKNYA AKU NGEPENS LAH SAMA TULISAN KAMU SHER
    NIH KUKASIH CINTA❤ MOGA-MOGA KAMU GA MINTA KACAMATA GARA-GARA JULING BACA KOMEN ISI KAPSLOK SEMUA XD

    Baaay /baru matiin kapslok/ XD

    • KAMU PENGERTIAN BANGET SIH KALO MATA AKU MINUS SAMPE DICAPSLOCK KAYAK GINI //GAK.

      PLEASE JANGAN NGEJADIIN DIA ADA BEGONYA, KASIAN INI DIA KETAKUTAN MASIH AJA DINISTAIN HAHAHA. APANYA JELAS?? BERBAGAI MACAM HAL GAK AKU JELASIN INI XXXD

      MAKASIH YA TIARA, AKU JUGA JATUH HATI SAMA TULISANMU KOK ♥ ENGGAK, AKU MAUNYA CINTANYA SEUNGYOON AJA, MAKASIH.

      • OKEDEH NTAR TIAP KOMEN KAPSLOKKU PASTI KUAKTIFIN KOK XD

        Ya detail balik badan aja bisa gitu banget kalo aku sih jadinya bakal absurd bangt hiks:”)

        Aiih makasih dah jatuh cinta sama tulisankuu❤

        J, ja–jadi… kamu nolak aku, Sher? Kamu nolak akuu?!!!

        • Jangan gitu juga please :”” kalo di hape ribet juga hahaha.

          Cuman muter kaki doang kok :”” kalo kamu yang nulis jadinya puitis entar xD Sama-sama ♥

          KAMU PIKIR PUNYA HARAPAN SAMA AKU???

  5. Sher, oke. Pertama-tama, kamu rajin banget posting blognya.

    Kedua-dua, kamu bikin aku mikir tentang tulisanmu ._. dan kalau pikiran ini kebawa terus sampai UAS, bisa-bisa dilembar jawaban nanti aku cuma bisa nulis “KUCING INI SEHARUSNYA BUKAN DIDUNIAMU. KEMBALIKAN KE TEMPAT PERTAMA KALI DIA MENGECAP SUSU”

  6. hai sher ^^
    jadi aku sedang menjelajahi tag kim jongdae di WP dan wow ternyata sher ngepost sesuatu hehe. tapi horror betul ini si kucingnya langsung menyebabkan kekacauan sebegitu hebat gara2 dia nyeberang jalan gak lihat2. *eh
    tapi jujur aku gak begitu ngerti huhu… coba kuceritain ulang ya, jadi si jongdae ini intinya nemu kucing yg dia pelihara tapi si wanita misterius itu memperingatkan dia utk mengembalikan si kucing krn kucing itu bakal membawa keburukan buat siapa2 yg ngambil dia sembarangan? interperetasi apadah ini. anggaplah emang aku yg g terbiasa dgn kata2 tinggi dan ending yg gantung, padahal justru itu karya yg bagus TT
    keren kok tapi. fic dgn feel mystery yg kerasa, dan sedikit horor juga waktu wanita misterius itu mendadak muncul di belakang jongda astaga TT mana aku di kamar sendirian lagi.
    keep writing!

    • Hahaha, ini juga baru post pertama yabg ada Jongdaenya. Kucingnya emang mistis ini, jadi ya ngacau aja.

      Emang gitu doang kok kak, maaf ya kalo aku buat bingung :” aku suka nulis sati scene cerita doang, tanpa penjelasan lain-lainnya jadi gitu. Gak ada riddle gak ada apa, kenapa ada kucing itu terserah kakak aja hehehe.

      Waaa, aku kepikiran itu nakutin… :( soalnya gak berniat bikin horror yang ada aku gak bisa tidur sendiri xD

      Makasih ya kak :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s