Life, Bitter/Sweet || Drabbles || Photo © Ray Bodden || Note: Belong to a trash can.

Badai/Bayu/Laut/Samudra/Mariana/+Storm.

Di Antara Aku dan Samudra

Laut adalah tempat di mana sebagian besar air akan bernaung. Bagai air yang jauh asalnya, namun secara pasti—walau dengan liku-liku tidak terprediksi—akan bertemu juga pada lautan, aku akan terus berjalan ke arah Kara. Dan layaknya laut yang menerima air apa adanya, tapi selalu menjadi bagian lain dunia; Kara tidak pernah sepenuhnya menyadari usahaku untuk menjadi istimewa.

Karena, walaupun aku ada untuk Kara, sayangnya Kara hidup untuk menopang Samudra.


Ia dan Kebenciannya

Namanya sering disebut sebagai yang paling menakjubkan. Mariana hidup dalam pembicaraan manusia, padahal dirinya sendiri dilingkupi misteri. Penampilan luarnya cantik—mengesankan kalau boleh kubilang, tapi ketika ada yang mengetahui seluk beluk dirinya lebih dalam, orang-orang memiliki tendensi untuk mundur secara teratur.

Karena Mariana—dengan kebenciannya pada manusia—mampu menjebak mereka dalam kalut.


Bersama Bayu

Ia tidak berniat singgah menghampiriku, memang kegiatannya yang suka menapakkan tungkai pada bagian dunia yang belum ia sambangi. Kebetulan saja, kala itu, aku ada di sana. Berdiri diam hanya menikmati setiap derai kata miliknya yang mengalir diiringi perasaan nyaman dan damai. Kemudian kehadirannya merubah satu hal dalam hidupku.

Aku lebih suka beristirahat bersama ketenangan yang minim mengeluarkan energi. Namun, bersama Bayu dan kelembutannya, mungkin menjelajahi dunia akan menjadi hal termenyenangkan dalam hidupku.


Dihempas Pada Akhirnya

Badai itu mengagumkan. Ia berdiri penuh wibawa ketika kali pertama aku menemukannya. Semua pandang berporos padanya, sedikit demi sedikit mulai melangkah mendekat. Ia menatapku, tersenyum, lantas menjebakku dalam pusaran kalimat manisnya. Hanya sesaat indahnya karena semua berakhir bersama pedih.

Bagai badai ia menjeratku tanpa jalan keluar dan ketika ia merasa lelah, dihempaskan aku tanpa tujuan.


Toksik.

Storm duduk di bibir pantai, menggenggam tangan Samudra erat-erat. Berapakali sudah ia menghantam Samudra dengan amarahnya, lelaki itu tetap mau menerimanya; pun entah setelah kesekian kalinya dalam hubungan mereka, Samudra geming tanpa antusisme ketika Storm sedang bersamanya, si gadis tetap ingin duduk bersama kekasihnya.

Hubungan mereka—

Bagai toksik.

Note:

  1. Nangis 😭😭 liat judul + tulisanku makin monton dan makin sampah aja 😢😭😭
  2. MAKIN LAMA MAKIN RANDOM JUGA AKU NULIS SERI INI. Mungkin aku bakal stop buat yang bagian perumpamaan, terus balik ke yang semacam Nino sama Lia, mungkin juga ganti tipe lagi (?) atau sudahkan saja semua ini :”
  3. Btw, penjelasan yang mungkin bingungin: 1) Palung Mariana adalah bagian laut terdalam di dunia. Terus kenapa dia ngebuat orang kalut? Anggep aja kalo di dalem palung situ pasti gelap dan susah napas banget, nah orang bakal kalut. (?) 2) Kalau Kara itu nama laut yang jadi bagian dari Samudra Arctic.
  4. Karena aku ngerasa OC di Seri Namanya selalu numpang lewat gak jelas, kalo ada yang mau lanjutin boleh aja ((gak ada Sher, gak ada)).
  5. Yang terakhir sebenernya bonus lho hahaha.
  6. (Lagi) Maaf kan aku yang mungkin ngelike tapi gak ngasih comment. Kadang baca setengah jalan, berniat ngelanjutin; kadang ngelike tapi gak sempet comment :(
  7. Review please karena aku tahu ini kacau huft.
Advertisements

19 thoughts on “[Drabbles] Seri Namanya: Lautan

  1. Aku suka bagian awal sama bagian badai♡
    Review apa ya, ini karena komennya udh tengah malem, tolong maklumin kalo reviewannya ngaco..
    Paling aku cm nemuin typo perasanyaan, harusnya perasaan kan .
    Udah itu aja sher… kumabok.

  2. KAK SHER…

    FIX BADAI FICNYAH INIMAH. SAMPE KU TAK MAMPU MENGELUARKAN BANYAK BEOAN(?) YHA KEEP WRITE KAK💞💞💞

    P.S: MAAPIN KOMENNYA PENDEK
    P.S: pake kepslok pulak😂

    Hehe, Ay.💞💞

  3. ENGGA IH SHER INI KACAU DARIMANANYAAA :/ suka tau gimana kamu nyeritain ini, aku suka kalimatnya. aku tuh lagi belajar bikin kalimat simpel tapi nendang (?) gitu argh pengen garuk dinding jadinya xD

    btw aku malah suka yang bagian bonus deh hehe. pas ada muncul nama Storm aku malah keinget si Storm yang di x-men xD
    keep writing yaaw! <3

    • Ini random kak, monoton juga :” hahaha. Kalimatnya kakak udah simple juga kece kok 👍👍

      Aku juga sebenernya ngebayangin agak ke Storm yang itu, tapi rambutnya item panjang HAHAHA.

      Makasih kak :)

  4. TAU NGGAK KAK AKU WAKTU LIAT KARA MALAH INGETNYA SANTEN HHAAHHAHAAHAHAHHAHAHA SAMPAH. Btw. Ada satu nama laut yg aku suka juga: Sardinia. Emang bayangannya waktu pertama kaya sarden sih cuma gatau suka:”

    UNI BTW KACAHU GIMANA BAGUS AH SUKA😘😘😘😘😘😘😘

    • KENAPA KARA JADI SANTEN DEH? Kok kamu tau aja aku pas baca ingetnya sarden LOLOL. Sebenernya nama laut banyak yang bagus, tapi kaya nama cowok semua hahaha.

      INI MAKIN ABSURD. TULISANKU MAKIN MENUJU LEMBAH (?) HUFT. 😢😢😢

  5. Aku suka yang Kara! Aku suka kebencian di cerita Mariana. Dapet banget.
    Aku suka tulisannya Sher. Bahasanya nggak biasa, tapi juga nggak berat. Terus, ide-ide untuk seri drabble-nya semua out of the box gitu. Suka! :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s