Aktivitas mengobservasi gadis itu bertahan selama lima menit, juga bertahan selama ribuan hari.

Bitter/Sweet || Ficlet || PG – 13 || Photo © John Esslinger

London, England.
Early Fall, 2013.
09:34 PM.

 

Thank you.”

Kyle menunda ujung kakinya yang sudah mau menginjak pedal lantaran dua kata barusan. “For what?

Joan tersenyum simpul. “For accompany me tonight.

Mereka baru saja memarkirkan mobil di pinggir jembatan Sungai Thames, lantas si pengemudi dan temannya menatap sungai yang ditimpa kerlipan cahaya. Tadi bisa saja mereka ditangkap polisi patroli lantaran disangka turis norak (padahal sudah belasan tahun tinggal di Inggris), atau mungkin disangka sepasang kekasih yang sedang disergap emosi mendayu-dayu. Joan hanya sedang ingin menikmati semilir angin di pinggir sungai dan Kyle dengan ide “pintar” di otaknya malah membawa mereka ke atas sungai, bukan pinggirnya.

Untungnya pada pukul sebelas malam yang hawanya kelewat dingin ini, hanya sedikit mobil-mobil yang berlalu lalang karena, satu; mereka lebih baik bergelung di dalam selimut sembari menatap perapian, dua; kehidupan kota hampir mati di malam hari, tiga; kebanyakan penghuni London bukan manusia yang dijalari keinginan-keinginan aneh.

Tangan si gadis mengapit lengan Kyle, sementara tangan lainnya terkadang menuding sisi-sisi sungai, atau beberapa sudut kota, menunjukan sesuatu yang terlihat menarik. Pada beberapa waktu Kyle akan bernyanyi dan terkadang setengah berteriak sampai Joan bertepuk tangan kecil (atau tersedak air yang tengah ia minum saking senangnya). Sesekali kedua tangan mereka mengayun di udara, atau terkadang mereka bermain game, atau kembali bercerita hal-hal lucu; sampai ada rintik hujan yang jatuh ke bumi.

Dan kembalilah mereka ke mobil

Anything for you,” balas Kyle untuk kalimat Joan bersama senyum yang sehangat mentari di akhir musim semi. Ia lantas menekan pedal mobil dan mendorong tuasnya, membawa mereka kembali menuju rumah.

Gadis bersurai coklat gelap itu melempar tatap ke luar jendela selama bermenit-menit, mengamati rinai hujan yang hanya rintik-rintik, tidak berubah semakin deras maupun hilang, masih sama sebagaimana ketika ia berada di atas jembatan. Di samping dirinya, Kyle berkonsentrasi pada aspal hitam sampai ada jalur lurus yang akan ditempuh selama sepuluh menit. Kepala lelaki itu menoleh ke kanan, memerhatikan seseorang dengan tatapan lembut pertanda kepedulian, bersama lensa yang dilukis rasa kasih sayang.

Aktivitasnya bertahan selama lima menit lantaran mobilnya melewati polisi tidur dan ia tidak sempat memperlambat mobil. Joan memukul lengan Kyle kecil, mengingatkan si lelaki untuk lebih berhati-hati dengan jalanan, kalau tidak Kyle bisa mati dan itu tidak akan menyenangkan untuk Joan; intonasinya serius.

Kini gadis itu menemani Kyle mengobrol, memastikan bahwa si pengemudi tidak mengantuk dan melakukan kesalahan minor apa pun dalam mengendarai, harusnya terus begitu sampai keempat roda di bawah terparkir sempurna di halaman belakang rumah Devereux. Nyatanya, setengah jam kemudian ketika mereka sampai, Joan sudah tertidur pulas. Lengan lelaki itu berniat untuk mengguncangkan tubuh si gadis, namun ia melanjutkan kegiatan yang sempat tertunda sesaat.

Aktivitas mengobservasi gadis itu bertahan selama lima menit, juga bertahan selama ribuan hari karena ia memang menyayangi. Dilakukan di setiap hari berbeda, di waktu dan tempat yang bervariasi pula. Dikerjakan pada masa mereka adalah dua manusia tanpa pasangan, atau ketika mereka memiliki pasangan masing-masing. Dan Joan tidak tidak pernah tahu.

Lembaran kalender telah dirobek dan ditukar lembar bulan lain, bahkan hingga kalender di kamar Joan diganti berkali-kali, tahun berlalu terlalu banyak, dan si gadis tidak pernah menyadari tatapan itu. Tatapan yang sesungguhnya tidak hanya ada sekali kala di atas jembatan maupun di dalam mobil, atau dua kali ketika mereka pergi ke Praha; sorot itu ada puluhan kali, dari Kyle ditujukan untuk Joan.

Ia tidak pernah sadar akan pandang yang membelainya dengan lembut, atau soal sorot yang berada dalam bimbang ketika ia berbicara tentang seorang laki-laki secara menggebu-gebu (antara sedih atau turut bahagia), atau tentang tatap yang sungguh tulus akan kebanggaannya menatap Joan bersama keberhasilannya. Karena setiap Joan menoleh, mengamati, atau terbangun dari tidurnya seperti di dalam mobil, Kyle akan mengubah pandangnya menjadi jenaka dalam sekejap.

Sekian tahun berlalu, Joan tidak pernah sadar dan Kyle hanya menyayangi dalam geming; menyimpannya sebagai rahasia, untuk ia berpikir bahwa ini baik-baik saja, pun tidak pernah menemukan interval waktu yang tepat untuk menjadikannya sebagai aksi.

Note:

  1. Congratulations! You’ve read a long fiction that nearly has no dialogue and no fresh plot. Bahkan tadinya ini lebih panjang, dan aku memangkas 200 words.
  2. Foto yang di atas itu Albert Bridge, London.
  3. Ada yang bacain Joan Chanyeol? ((Gak ada, Sher)). Mereka aku pending dulu ya, lagi gak mood nulis fanfic.
  4. Akhirnya Kyle aku tulis dengan layak dan gak cuman sepotong LOL. Ya galayak juga sih, terlalu mendayu-dayu kesannya. And actually, aku masih bingung dengan sifat Kyle bakal jadi gimana.
  5. MASIH BERDOA SEMOGA TIMELINE CERITA MEREKA GAK RUSAK LOL.
  6. Last note, give me a name please, a woman and a man, Western.
Advertisements

6 thoughts on “A Hidden Gaze

  1. Akuuu… udah sedikit kebayang karakternya Kyle heuheu, dan aku suka. Deuh pikniknya ke atas sungai Thames euy, dan aku suka bagian yang Joan gamau Kyle kenapa-napa terus intonasinya serius. Mencintai dalam diam, omg omg omg adakah yang lebih heart-breaking dari inii? As usual aku nunggu lanjutannya sher, pabila kamu berniat bikin lanjutan fic ini hehe. Aku selalu falling in love sama tulisan yg genrenya romance tapi ngga kekanakan. Yg dewasa gitu (tapi bukan berarti harus penuh adegan rating yha wkwk) yaaaa kayak beginilah x))

    Rekomen nama in western? Aku selalu suka sama dua nama ini: Spencer and Julie. Gatau kenapa aku suka aja heuheu xD

    Oiya sher mo nanya lagi. Tema Canape ((masih ada tentang tema wordpress haha)) itu baru yah sher? Deuh aku mo nanya2 banyak nih kayaknya kamu kalo search gambar tuh gambarnya bagus2 kalo buat featured images :(( pankapan aku japri kamu yaaa mo nanya-nanya boleeh? Hehehehehe. Last last keep writing yaah ☺☺☺❤❤❤❤

    • Aku takut gak konsisten aja nulis Kylenya hahaha. Ini gak piknik, ini cari masuk angin kayaknya LOL. Pasti ada lanjutan cerita mereka sih kak, masalahnya aku gak tau kapan nulis dan ide pastinya muncul huft. Aku juga suka sama romance yang dewasa gitu, baca novel atau nonton aja pasti yang gak teenage love gitu, jadi berpengaruh ke tulisanku.

      Makasih sarannya kak, nanti aku pikir-pikir dulu X))

      Iya kak, Canape yang terbaru direalease wordpress. Tanya aja di Line gak apa-apa kok, aku seneng ngomongin tema soalnya HAHAHA.

      Makasih sekali lagi kak ♥︎♥︎♥︎♥︎

  2. Ah… ini tipikal manis manis tapi sakit gitu aduh…
    Ini si Kyle semacam cinta sepihak gitu ya sama joan? Waahh aku udah pernah baca joan-chanyeol dan ini karakter si Kyle beda banget sama chanyeol kayanya ya? ._.
    Dia tipe cowok pendiem terus rela nemenin orang yg disayangnya kemanapun walau orang itu gak terlalu merhatiin keberadaannya ((beeuh ngomong apalah aku xD))

    Biar ga ada dialog, deskripsi kamu yg juara udah bisa nutupin kok sher! Asik berasa tau isi hati kyle gapake bosen :’)
    Buat nama, sori aku gak punya ide soalnya setiap bikin nama buat oc aja aku harus mikir sejuta tahun huhuhuhu emang anaknya ga kreatip :(

    Aku nemu satu kalimat yg ganjil menurutku kaya misalnya; bersama senyum yang sehangat mentari di musim akhir musim semi. Mungkin lebih enak kalau kata ‘musim’ yg pertama diilangin? Hehehe

    Yaudahlah pokoknya nulis terus ya sher! ♡

    • Aku gak tau ini tipikal apa… aku juga bingung kak. Harusnya X) aku belum jelas mau buat Kyle gimana LOL. Iya chanyeol ngeselin ngeselin lucu gitu, kalo kyle mah gak ngeselin hahaha.

      Aku malah kalo nulis dialog rusak sih, gak jelas gitu nulis dialog :(

      HAHAHA. Aku juga, makanya nanya, otakku edisi mentok nyari nama orang. Bingung sendiri.

      Oh iya, itu musimnya emang kelebihan :(( makasih udah ngingetin kak.

      Makasih juga udah baca, keep writing juga kak! ♥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s