Dia itu… duh, apa ya?

photo © stocksnap

Dia itu… duh, apa ya?

Kakak; kalau sedang dewasa pula mau mengurusku, adik; jika sedang merengek super mengesalkan minta ditemani nonton, teman, pacar, lantas jadi mantan pacar, sahabat, dan dalam beberapa waktu, tidak bisa didefinisikan—secara gamblang. Ia adalah semua yang aku sebutkan di kalimat sebelumnya, namun kebanyakan orang hanya minta satu arti, dan aku malah berubah bagai orang bego yang dites lisan kimia, cuman, “Mmmm…

Coba kita lewati bagian ketika orang menanyakan lelaki itu siapaku semasa kuliah.

Saat SMA Laudy agak beringas; dari pakaiannya yang acak-acakan tidak jelas, sampai ke pekerjaannya yang keluar masuk ruang BK—sebagai catatan, pernah diskors. Dia kapten tim basket yang kepalang bangga dengan kemampuannya; aku bahkan bosan menemaninya ke lapangan, jadi ikut-ikutan menghitam seperti dirinya. Ia juga suka main sesuatu yang menantang nyali; termasuk jurit malam (kalau ada yang mengajaknya masuk acara dunia lain, dia paling mau), bungee jumping, pula arung jeram—andal sekali dirinya mendayung.

Aku pernah menyuruhnya masuk Teknik Kelautan, Perkapalan, apa pun selama dalam ranah Fakultas Tekik, atau jadi atlet saja sekalian, tapi ia malah nyasar masuk Kedokteran. Waktu pengumuman tes, aku tertawa keras membayangkan dirinya mengenakan jas dokter. Sebelas tahun sudah lewat, dan siapa sangka, kulitnya yang sempat sama dengan ikan gosong kini kembali ke asalnya yaitu sawo matang, dengan mengenakan kemeja, dasi, dan jas dokter, kini ia sungguh tampan.

Dua tahun setelah lulus kuliah ia pernah mengajakku jadi pacarnya lagi, jawabanku? Iya, pastinya, hahaha. Walaupun ia di Depok dan aku di Bandung, kami tidak pernah kehilangan kontak, pula tidak mau kehilangan kontak. Apa pun statusnya di antara kami, tidak ada yang setolol itu untuk membohongi satu sama lain bahwa tidak ada rasa sayang; sebagai apa pun kami saling peduli.

Bangsatnya, tahun itu ia berniat melanjutkan studi ke Australia. Long distance relationship? Hahaha, maaf saja, tidak. Empat bulan sepertinya kami pacaran, kemudian putus di bandara; mengenaskan sih, tapi menurutku manis, ketika ia berkata, “I’ll be back.” Lantas aku menjawab, “I’ll be here.”

Dipisahkan ribuan kilometer pun kami masih saling kontak, sudah kubilang. Dan ia kembali, tidak perlu ragu.

Di bandara yang sama, di pintu yang sama kala kami berpisah belasan kali di bandara Soekarno-Hatta, Laudy berdiri tidak dengan pakaian kasual yang santai, namun kemeja biru muda dilapisi blazer hitam. Ia berlutut di hadapanku, membawa sekotak kecil berisi cincin perak yang memiliki tiga butir kecil berlian.

Sumpah, waktu itu bandara jauh dari kata ramai, aku biasanya bakal mencak-mencak jika dijadikan pusat perhatian seperti ini. Namun, kala itu kepalaku sudah kosong tidak mengerti apa yang terjadi. Momen selanjutnya yang aku tahu adalah, aku memeluknya dan membisikan kata iya berkali-kali.

Oh, tambahan untuk paragraf kedua dari cerita ini: semasa kuliah memang kepalaku pusing sendiri jika ditanya dia siapaku, tapi kalau ditanya saat ini, jawabannya adalah; Laudy itu suamiku.

end.

Advertisements

25 thoughts on “Namanya Laudy

  1. Anjir kak sher anjir keren sangad hsvslakwhdiens sukaa ih bahasanya❤❤❤ Terus ini semacam romens romens yang ada di ftv gitu yha, diajak nikah di hadapan orang banyak lol

    Suka banget saa bagian ini “I’ll be back.” Lantas aku menjawab, “I’ll be here.” HEUU TERKAPAR DD MZ ;;

  2. sialan aku baca apa ini. itu kata terakhirnya apaaaaa ku baca itu kyk kesambar petir sumpah. kamu bikin aku penasaran dari awal sampe akhir dan AAAAK AKHIRNYA MALAH NIKAH ya sudah
    bagus ficnya spt biasa, keep writing!

    • Sejujurnya kalimat itu adalah kalimat yang aku tulis setelah “Duh, apa ya?” pas bikin ini kak X) Masa sih kak bikin penasaran? Aku pikir ini cuman, baca ya baca aja (!?).

      Keep writing too kak liana, and thank you :)

  3. Kaksher jangan bawa aku terbang dong ;;-;;

    Favorit aku ada di line yang “I’ll be back” dijawab “I’ll be here.” Dan paragraf terakhirnya itu lho sangat … apasih aku gabisa nemu kata yang cocok ;;-;;

    Nice banget kaksheeer! XD

    • Mungkin yang membawamu terbang namanya Laudy :”)

      Itu linenya diajarin temenku deh kayaknya, dia pernah memberitahu sesuatu gitu LOL. Hehehe, paragraf terakhirnya memang patokan buat cerita ini X)

      Thank you so much Shia ♥

  4. lagi kesel sama tugas presentasi besok, lalu twitteran, lalu nemu postinganmu di twitter, lalu baca yang ini dulu, lalu, Sheeeeeerrrrr…..Tarrrrrr…ini so sweet :’) suami dokter kan impiannya Mbak Lita sekali tuh, wkwk, aku juga mau sih :D pas ini nih “—ketika ia berkata, “I’ll be back.” Lantas aku menjawab, “I’ll be here.”” <3 <3 <3
    sialnya aku ngerjain presentasi di teras rumah sore-sore gini, dan malah berangan-angan gegara baca ini, kayaknya semua materi di otakku terbang tinggi, tapi emang bagus sih ini, simple, padat dan jelas…makasih ya Tar, ini ngerefresh otak banget, makanya materi yg buat presentasi ilang kan dr otak, hahaha

    • Hi kak, kebetulan sekali aku memang sedang berniat berberes comment X)

      Kebiasan ya memang kalo nugas malah twitteran :” ((kemudian ngaca)).

      HAHAHA. Itu nama pilih salah satu aja cukup kok kak. Suami dokter impian para ibu mertua dari sisi gadis :”) Ya Allah, jadi pada baper ama line itu LOL.

      Kayaknya aku harus minta maaf deh HAHAHA, merusak materi presentasinya kak Tyas ✌ ✌ ✌. Semua fanfiksi manis dibuat untuk kita berangan-angan, “Kapan kayak gitu?” X)

      Makasih kaaak commentny ♥ ♥ ♥

  5. Sher, jangan-jangan yang scene terakhir yang di bandara itu masuk acara ‘melamar’. XD
    Wahaha, kalo udah jodoh ya, mau dikata apa lagi. /eaa/
    Baitewai, aku telat banget ya baca ini HUHU. Tulisanmu selalu bikin aku musti banyak belajar~~ Keren lah pokoknya. Keep writing :)

    • HAHAHA, bentar aku submit script dulu ke melamar X)

      Jodoh kalo ketemu, ya udaa muter-muter aja di situ kayaknya (!?). Makasih, aku juga masih harus belajar kok X)

      Thank you once again, and keep writing too Pat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s