Kim Mingyu & You || photo © MIDNIGHT

Rambut hitam diselipi helai yang berubah biru, garis muka menonjol memberi kesan serius, kaus putih ditambah celana bergaris putih biru, mata sayu yang belum sepenuhnya terbuka, bibir tipis melengkung malu-malu; Kim Mingyu di pagi hari. Ia akan mencuil atau mencolek makanan yang tersedia di atas meja makan, memotong roti atau menggigit satu sarapannya sambil berdiri, lantas mengunyah serampangan. Ada aku duduk di ujung meja sembari menatap figur yang ditimpa cahaya mentari pagi, memberikannya impresi lebih menyenangkan untuk dipandang—apalagi kala ia menoleh seraya tertawa ke arahku.

Aku suka tenggelam dalam dadanya, membiarkan suraiku berjatuhan di lengannya, dan ia meletakkan dagu pada puncak kepalaku. Ia akan mengelus lenganku lembut di situasi apa pun (senang, marah, sedih), satu pelukan bersama nyanyian halus, lantas egoku hangus sudah.

Hanya butuh sedikit afeksi agar aku bisa dilingkup rasa sayang untuk menjadi kekasih, hanya butuh setitik godaan sampai aku ingin menjamah bibirnya dengan milikku. Sementara ia tidak akan merasa sebaliknya. Berapa kali pun aku menekan bibirku ke pipinya, area bibir adalah sebuah hal terlarang; sekian kali aku mengucap sayang dan ia membalas, ada garis tentang kekasih yang tak boleh dijejak; tidak secara kalimat ia menolakku, namun secara gestur tubuh dan moral.

Mingyu. Aku bahkan bertanya apakah lelaki itu sadar atau tidak, atau lebih memilih untuk menganggap semua hanya salah paham. Mungkin ia hanya bersikap layaknya pria baik, yang sebagaimana harusnya. Mungkin ia hanya sebuah angan yang begitu dekat tapi tidak dicipta untuk digapai.

Mingyu, aku harap bisa jadi Mingyu kekasihku.

Sayang.

Kim Mingyu, kakakku.

end.

Note:

  1. Yeah basically there’s no twist at all, cuman lagi mau nulis incest aja HAHAHA. (Ini gak incest sih, you know lah what I mean (!?))
  2. Ditulis karena ngeliat foto Mingyu dan Lucky Blue berturut-turut, jadi aku rasa perlu dibuat untuk salah satunya.
  3. Maaf menyampahi timeline berkali-kali.

Bonus?

tumblr_o1ongjzdp41v0t1svo1_1280

Advertisements

6 thoughts on “Kim Mingyu dan Kesalahanku

  1. kak sher anjir pagi pagi aku bacanya beginian wkwk :(
    udah baper kirain ini si mingyu teh suaminya si ‘aku’ atau nggak ya pacarnya, lah TAUNYA KAKAKNYA. tapi gapapa lah aku fine2 aja sm incest xD ((apa))
    btw sukaa banget sm tulisan kak sher huhu gak tau lagi mesti bilang apa ;_____; mana pas deskripsiin si mingyu tuh ya allah aing mesti bilang apa…

    keep writing kak! <3

    • HI! HAHAHA.

      Di depannya kayak udah keliatan aku pikir kalo ceweknya adek atau istri, tapi pas pertengahan opsi terakhir kayak gak mungkin gitu he he he.

      Hahaha, makasih ya, deskripsi Mingyu adalah khayalan semata X)

      Keep writing too Aisya ♥ ♥

  2. Kak.

    Daripada aku mencak-mencak karena merasa di-php-in, aku cuma mau bilang: sumpah, bisa nggak, mingyu dateng ke rumah aku dan ngelakoni semua aktivitas pagi yang kaksher deskripsiin di atas!? It kills me, really.

    ;-;

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s