Dominic rasa ia seperti pedophille atau sugar daddy.

Photo © Daria Sukhorukova || A little mention of mature content

Dominic rasa ia seperti pedophille atau sugar daddy.

Ya, tidak dalam arti harfiah bahwa ia menganggu anak-anak yang masih memakai seragam sekolah, atau memenuhi kebutuhan finansial seorang gadis muda dengan imbalan hal-hal seksual. Tidak. Ini soal bagaimana pikirannya memosisikan dirinya dan Hera.

Ia berumur 23 tahun, Hera hanya terpaut empat tahun darinya. Akan tetapi, dalam kesehariannya Dominic berlakon jauh, jauh lebih dewasa pun terlihat lebih tua (tapi percayalah, ia tetap memikat)—he scoffed at that thought. Sejatinya, Hera tidak jauh berbeda, kalau gadis itu tengah meniti langkah tegas menuju pintu ruangan Dominic, agaknya “wanita” lebih pas untuk menjadi kata ganti Hera. Kendati demikian, pada satu dua waktu, kala si gadis tengah berpakaian kasual pun tertawa lebar dengan kawannya di depan bangunan-bangunan kampus; dari sudut pandangnya yang tengah menyimpan tangan ke kantung celana kain, ia layaknya seorang lelaki mengerikan pencinta gadis muda.

Huh, ia bisa jadi disangka sugar daddy jika tiba-tiba bepergian tepat ketika tubuhnya baru enyah dari kantor dan Hera habis meninggalkan salah satu kelasnya.

“Hey, Dominic!” Lelaki tersebut mengerjapkan mata dua kali lantaran panggilan barusan, kini lamunannya diterpa oleh orang yang sedari tadi menghantuinya. Ia geming, mengetahui Hera tengah melenyapkan spasi pun secara tidak sadar ia memandang si gadis begitu lama. “You can break your neck if you turn your head like that.”

Hera tersenyum; menggoda, sadar bahwa ia diperhatikan, pula mengakui secara implisit bahwa ia suka afeksi tersebut.

Then you must stay close, in front of me.” Dominic menaikkan kedua sudut bibirnya, memberikan lengkungan isyarat tantangan.

You need to finish your works first.” Lengan itu merapikan lipatan kemeja Dominic, lantas menirukan kurva yang sempat lawan bicaranya bentuk sembari berbisik, “Then, find me.

Pada saat seperti inilah Dominic lupa akan segala sesuatu yang tidak relevan; umur mereka, sikap, pandangan orang-orang, persepsi ambigu. Di kala mereka meluapkan sentimen satu sama lain, hanya ada dua hal penting; ia dan kekasihnya.

Peduli setan jika mereka melakukan hal seperti ini bukan di kondisi sepi, jika pandang mereka berada dalam satu poros yang sama, maka realitas lain akan pudar di bayangnya. Waktu ia merenung sendiri, mungkin ia memperhitungkan banyak hal, namun ketika mereka berdua; fuck it, fuck everything else. Kalau ia jadi sugar daddy dan gadis yang harus ia urus adalah Hera, memang kenapa? Secara tidak langsung ia melakukan hal yang kurang lebih sama, pembedanya cuman soal ia dan Hera yang tidak saling memperhitungkan.

The point is us, and nothing can or will change it. 

end.

Note:

  1. Abis ngerjain tugas, terus stress, terus malah kepikiran ginian.
  2. Sungguh gak layak LOL.
  3. Dominic gak kerja di tambang kok, tapi itu fotonya bagus aja L.OL
  4. Back to basic a.k.a tema harmonic ♡♡♡ terus ganti gravatar ((terus kenapa)) suka banget sih parah hahaha, kredit buat yang foto deh Luca Garello.
Advertisements

16 thoughts on “When Every Thought is Irrelevant

  1. Pfffttt keren yakk :3 entahlah gw pngen komen apa. Tapi tapi, kok yg kebayang dikepala gw jadinya si Mr. Grey sama Ana yahh? xD maapkeun daku yg ngaco

  2. hahaha dominic ternyata bisa mikir konyol begini, sampe merasa jadi sugar daddy segala… emang hera keliatan muda banget sih di foto yg dulu itu haha. elah cuman empat tahun doang bedanya, santai mas.
    bagus narasinya, aku suka walau dialognya ga banyak ^^ tapi aku mau tanya, sepi sama senyap itu sama banget ya? persis? atau senyap itu ada bedanya sama sepi? soalnya tak kira itu sinonim, sama sher kok dipasangi ‘pun’ ditengahnya, aku ga biasa ngelihat sinonim yg artinya sama plek dipasang bareng pake pun sih… tapi mungkin akunya aja yg kurang baca :p
    keep writing!

    • Dominic harusnya emang dewasa tapi agak konyol kok kak X) HAHAHA. Aku gak yakin make visual itu lagi kayaknya LOL, iya ini mas Dom emang gak nyante kak.

      Aku gak terlalu yakin sih kak, tapi menurutku senyap itu lebih sepi (!?), nearly gak punya suara, CMIIW. Tapi emang agak boros sih aku makenya he he he.

      Thank you for your visit and the review kak :) Keep writing too!

  3. thank you sher aku beneran falling in love sama dominic pas baca ceritamu yang ini hahahaha xD and you capture the age difference perfectly, like, dominic yang ke mana mana udah pake baju super rapi ala kantoran jalan sama hera yang masih pake baju kasual khas anak kuliahan. aseli, really perfect di mata aku hahahaha. udah gitu sikap hera yang masih suka ngegodain dominic omg really naughty in a good way xD ((sebentar mau tebar confetti dulu sher balik lagi ke harmonic)) ((tapi emang sih sher ama harmonic tuh nggak terpisahkan hahaha)). suka pas bagian: namun ketika mereka berdua; fuck it, fuck everything else. (gegulingan).
    keep writing sher, dan semangat ngerjain tugasnyaaa! hihihi.

    • Aku juga lama-lama senengnya ama dia, pingin aku bikinin series sendiri aja spesial mas Dom HAHAHA. Itu di bayangannku, seserampangan-serampangannya, dia pasti pergi masih make kemeja dilipet sampe siku X)) Hera emang bold-bold suka gangguin orang kak (harusnya) LOL. Guling-guling ke pelukan Dominic aja kak.

      Aku juga gak ngerti lagi, nyari tema, pasti baliknya harmonic harmonic lagi HAHAHA.

      Thank you kak, keep writing too ♡♡♡

  4. Aku baca ini terus aku liatin cover photo-nya… itu punggung cowoknya minta dipeluk banget :(( #salahfokus Jadi membayangkan Dominic seseksi apa deh apalagi pake kostum a la pekerja keras ganteng (?!?) :(( Dah deh ya kaksher, kalo udah berhubungan sama Dominic aku mau angkat tangan aja. Dan Hera-nya plz…. Mereka menggemaskan sekali :”

    Keep writing Dominic-Hera kaksher :’)

    • Ya ampun aku juga gak ngerti lagi itu covernya bikin jatuh cinta banget banget ♥

      Dominic… aku menyerahkannya kepada imajinasimu X) Mereka mengesalkan aslinya lho LOL.

      Semoga bisa jalan ya Shia :”)

  5. Udah siap2 close tab sembari baca karena ada tulisan a little mature content mentioned/plak/gatau kenapa kayaknya kalau sher nulis mas dominic mesti ada maturenya/gak gitu mak/untungnya gajadi close, masih aman/komen apa sih mak/

    • LOL. Kalo udah tingkat menengah ada notes yang dibold biasanya, kalo tingkatnya udah eksplisit aku lock nanti. Gak tau kalo bawa Dominic pasti gitu :( hahaha.

  6. Mau bikin pengakuan dulu deh, sher. Aku udah baca kemaren dengan mood yg ancur, terus tetiba close tab tanpa niat komen. Terus aku baca lagi sekrg dengan mood yg udah lumayan, lalu AKU GEMAS SAMA MAS DOMINIC!! Huhuhuhu

    Mereka lucu bgt plis… hera ini yg kamu pasangin sama mino kan ya? Terus kenapa aku jadi lebih dukung hubungan hera-dominic…. yah pokoknya gpp lah beda umur 4 tahun doang. Kalo 20 tahun baru jadi masalah. Mas2 kantoran kaya gitu justru lbh keliatan menarik kok ((kedip2))

    Oke komenku gajelas. Pokoknya keeep writiiiing kutunggu kisah mereka lagi ♥♥

    • Ini emang bukan jenis yang bisa dibaca kapan aja sih kak hehehe.

      Bentar ya, aku juga gak ngerti kenapa gemesh sendiri sama Dom, dan orang-orang mikirnya DominicHera bukan MiniHera LOL. Iya ini mas Dominic aja yang lebay, padahal mah seneng-seneng aja.

      Semoga jalan kak X) Thank you for your visit and keep writing too ♥

  7. at first nabil sempet mikir kalo dominic kerjanya di pertambangan wkwk maafkan kaak hihi

    di yang sebelum-sebelumnya kan nabil ngerasa kaya si dom sama hera ini ga keliatan beda umurnya, soalnya pembawaannya dia fleksibel banget sih, nah di sini baru inget, “o iya kan beda empat taun” terus baru kebayang pemikiran dia sebagai orang dewasa kayak gimana hehe udaaahlaah kak ini maah udah guuud banget <3

    • Dia kerjanya… Jadi business man hahaha.

      Dominic emang kayak gentleman gaul kocak gitu, terus Heranya juga suka jaim jadi emang kesannya suka seumuran sih HAHAHA.

      Thank you nabil!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s