It wasn’t the alcohol, it was her.

Photo © Multiple Owner

Mungkin esok pagi ia bakal menyalahkan kadar alkohol yang berada pada tubuhnya, mencaci-maki botol yang kini sisa kurang dari setengahnya. Namun malam ini, pada detik ini, kala napas lelaki itu menyentuh kulit lehernya, ia tahu dengan pasti bahwa semua ini tidak berhubungan dengan alkohol; ini dirinya. Ia yang menginginkan lelaki di hadapannya terus meninggalkan kecupan pada setiap ruang wajahnya, meminta bahwa bau-bauan si lelaki tidak akan pernah lindap dari atmosfer; ia, Hera Devereux, yang masih dalam ambang sadarnya, menyetujui cumbuan Dominic Marlon.

Besok pagi ia akan menuding botol alkohol di atas meja makan. Tidak. Hari-hari seterusnya setelah malam ini akan dibubuhi dengan lidahnya yang menolak berbicara; tentang menikmati setiap perlakuan Dominic yang adalah kemauannya. Ia tidak perlu bercerita, ia tidak harus menjelaskan, cukup bungkam dan biar segalanya menjadi rahasia sampai ia memiliki keinginan untuk membahasnya kepada orang lain; kepada seseorang yang mempunyai hubungan kompleks dengannya, Song Mino.

Hingga saat itu, ia cuman ingin mengesampingkan dunia dan membalas segala ciuman Dominic.

end.

Sejak kapan Carpe Diem jadi gak bener gini kesannya LOL.

Advertisements

12 thoughts on “It Wasn’t The Alcohol

  1. Aw, jadi bener kan Hera lebih ke *o dibandingkan ke *o. Hmmm… aku sudah sadar itu. Emang bener sih Her, semua yg berhubungan sama oppa tuh nggak baik. Udahlah sama *o aja, Her, Herman, eh, Hera maksudnya.
    Btw, aku suka nama Dominic Marlon-nya Tar ❤
    (Sengaja tetep menggunakan inisial agar tidak terkecoh di kemudian hari)

    • HAHAHAH KAK. Ikutin aja, nanti aku kasih tau koo dia bakal sama siapa—bahkan kalo aku tetiba mau, yaudah akhiri aja. ((Terkecoh tidak ya budir ajeng ini)).

      Kang Herman suami mba ajeng jangan dibawa-bawa gitu dong LOL.

      Aku juga suka kak HAHAHAHA ((fans oc sendiri, sampis))

  2. sher, sher, how dare you sher, how dare you. ini tipikal romance favorit aku astaga: drunk, affair, with a little bit of angst (a little bit). (insert stiker tahilalats yang: gila gila gila sama tsadeeessttt). aku suka suasananya, aku suka hera yang looks oh-so-helpless mau lepas tapi damn dominic-nyaaaa :”(( dominic ini tipe-tipe nama badass banget yha ya ampun sher. gamau abis-abis bacanya huhu aku sukaaaaaaa sampe sejuta kali :’> yosh keep writing sheeer! <3 <3

    • Aku juga suka banget nulis lagi drunk gitu, dari yang sedih ke romantis sampe marah-marah (!?) LOL. Damn Dominic, parah sih, aku nulis dia sampe gregetan sendiri 😂😂😂 Dominic mas-mas kantoran serius kok LOL

      Thanks kak, keep writin too ♥♥♥

  3. loh lagi ena ena toh si mbak sama si mas, yaudah take your time deh nanti ketahuan mino /’-‘)/ #astaghfirullah #jahat

    IH KAK SHER aku liat excerpt-nya di e-mail mikirnya ini cerita cowok galauin cewek di bar eh ternyata affair hera-dominic toh xD aku langsung googling ‘carpe diem’ HAHAHAHA dan artinya fix cocok banget buat fiksi ini. ugh suka terus deh sama tulisan kak sher, singkat tapi langsung nancep di hati gitu. keep writing kak <3

    • AIS BAHASANYA HAHAHAHAHA. Mino hanya “teman” kok ;)

      Setelah aku pikir-pikir ini emang cowok galai ya excerptnya LOL. Carpe diem kan kayak buat motivasi bagus baik gitu, ini kenapa jadi gak bener.

      Thanks Aisya, keep writing too ♥

  4. apapun yang berhubungan dengan drunk aku akan selalu suka ((selain karna ada song mino juga)) ini singkat tapi dengan pembawaan kamu yang kalem feelnya malah lebih dapat, sher! keep writing, dear <3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s