Ini bukan salah siapa-siapa, kan?

Photo © Sam Elkins

Mata abu-abu miliknya yang damai adalah sebuah tempat di mana aku suka tenggelam, apalagi jika suaranya lembutnya menjadi latar belakang. Dirinya menjadi alasan yang terlalu sering membuatku tersenyum tiada henti. Dulu aku sempat bertanya mengapa, padahal kesimpulannya mudah, aku sedang mencintai.

Apa ini salah jika jatuh cinta pada dirinya saat sedang bersamamu?

Tidak ada yang melebihi batas, kami hanya sekadar teman dalam arti sekadar yang sesungguhnya. Tidak ada interaksi intensif antara kami berdua, tidak ada momen personal yang hanya dijalani oleh kami. Namun entah kenapa, aku suka dirinya.

Jadi ini salah siapa?

Itu ada tanpa kuminta, itu ada tanpa kuharap. Sadar bukan juga menjadi bagian diriku ketika kasih itu sedikit demi sedikit meluap. Terlambat sudah kala kusadari atensiku tersedia untuknya dan bahagia ada lantaran dirinya.

Ini bukan salah siapa-siapa, kan?

end.

Note:

  1. Versi panjang yang kemaren?
Advertisements

16 thoughts on “#11 Unintentionally

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s