Rasanya menyakitkan, menakjubkan, dan menyedihkan.

Terkadang hal-hal paling tidak menyenangkan ada ketika kamu ingin melakukan sebuah hal dan tinggal setitik lagi mendapatkannya, namun dunia menyimpan kemauannya sendiri.

Seperti bersin yang membuat hidungmu begitu gatal, kemudian gagal terjadi. Impian tentang mengunjungi kota sebelah yang tinggal sepersekian menit dari tempatmu berdiri, hanya saja waktu tidak mengizinkan. Atau urgensi untuk mencium seseorang yang begitu dekat, tapi terlarang.

Rasanya menyakitkan, menakjubkan, dan menyedihkan.

Iya.

Seperti tangis yang berada di ujung matamu, namun tidak ada satu pun air mata yang mengalir. Cuma ada bongkahan batu besar di dada dan ujung tenggorokan, bersama sebuah senyum kecil yang tidak merepresentasikan keadaan. Kemudian aku sadar, terkadang menangis lebih baik dari pada tidak dapat melakukannya sama sekali.

end.

Notes:

  1. Back with gloomy (or broken?)
  2. So, anyone misses me?
  3. I’m sorry if I’m not yet replying to all your comment.
  4. OMG, I’m back with college life now!
Advertisements

One thought on “#18 Sebongkah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s